Pria itu melajukan mobilnya lagi tanpa peduli kondisi Senja. Namun, baru beberapa detik melaju, suara sang istri kembali terdengar. Tepat di persimpangan lampu merah, mobil hitam yang dikemudi Baskara berhenti. Pria itu mengetuk setir tidak sabaran, menunggu melaju lagi. Sialnya, setiap kali ia mengetuk setir dengan tangan, maka setiap itu pula perempuan di sebelahnya mengeluarkan suara muntahan. “Ck! Berisik!” Baskara mendengus sebal. Ia melirik Senja, setengah wajah perempuan itu tenggelam dalam plastik berisi muntahan. Perlahan Senja mengangkat wajah. Ia menatap lurus ke depan. Keberaniannya untuk melirik Baskara benar-benar nol. “M-maaf, Mas.” Senja mencicit takut. Helaan napas kasar terdengar dari Baskara. Ia mengabaikan permintaan maaf Senja, tangannya kembali sibuk memu

