Nan 107

2695 Kata

Beberapa saat kemudian .... Di sela isak tangis yang belum juga berhenti, Senja sibuk mengemasi barang-barangnya dari kamar Baskara. Barang apa pun yang tidak dibeli dengan uangnya, ia tinggal di sana. Perempuan tersebut hanya akan membawa apa yang pernah ia bawa dari rumahnya ketika hendak menempati rumah ini. Sesekali ia mengusap air matanya. Lantas, beberapa detik lamanya dihabiskan melamu, kemudian kembali menyelesaikan kegiatannya mengemasi barang. Waktu yang berjalan terasa lambat. Jarum jam di dinding seperti bergerak perlahan. Mungkin, Senja bisa menerima ini andai saja Baskara tidak menjatuhkan talak di depan umum. Kenapa harus melibatkan Elang? Harga dirinya seperti dilucuti. Perempuan tersebut tidak bisa menerima apa yang terjadi hari ini. Tatapannya tertuju pada koper ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN