Senja mendesis ketika merasa sedikit perih atas tindakan Baskara. Bagian itu terasa seperti dikoyak karena sang suami melakukannya cukup kencang. Kedua tangan perempuan tersebut bahkan sampai mencengkeram lengan sang suami. Senja hanya bisa menyalurkan perasaannya melalui itu. Raut wajah Senja yang tampak menahan sesuatu justru membuat Baskara makin berg.a.i.r.ah. Lumatannya di bibir Senja menuntut dan l.i.ar. Puas mencumbu bibir, Baskara turun ke leher. Namun, kali ini Senja benar-benar menghindar saat bagian itu dijamah oleh suaminya. Jangan sampai pria tersebut melakukannya tepat di mana Elang memberi bekas tadi malam. Ia menangkup wajah suaminya. “Jangan di leher, Mas. Aku nggak suka.” Baskara tertegun. Penolakan itu membuatnya berpikir. Matanya menyipit, menilai. Ia menurun

