Taksi online itu berhenti tepat di depan rumah megah milik mertuanya. Senja turun tertatih dari sana. Setelah mengucapkan terima kasih pada pria di balik kemudi, ia lantas bergegas melintasi halaman rumah. Di depan pintu, ia berdiri mematung. Tangannya sudah di gagang pintu, tapi entah kenapa tubuhnya enggan bergerak. Dua hari. Dua hari ia berada di rumah persembunyian Elang. Dan sekarang ia harus kembali ke rumah yang ia sendiri tak tahu, akan seperti apa menyambutnya. Perban di dahinya terasa perih, berdenyut kala Senja sibuk menerka sambutan macam apa yang akan ia terima. Baju yang dikenakan masih sama seperti saat ia pergi. Beberapa noda kotor mencolok di badan dress dan sweternya. Sebelum tangannya menyentuh bel, pintu rumah tiba-tiba ditarik dari dalam. Yogas berdiri di ambang

