18 🌹 Seseorang di Masa Lalu Eros

1994 Kata

Rose sudah menunggu di ruang tamu ketika langkah Eros terdengar mendekat. Pria itu kini tampil rapi dengan kemeja hitam dan celana panjang, jam tangan melingkar di pergelangan tangan, wajahnya kembali pada aura dingin nan berwibawa. Rose spontan berdiri, merapikan lipatan gaunnya, meski jantungnya masih berdebar sejak sarapan tadi. “Sudah siap?” tanya Eros singkat. Rose mengangguk. “Kau masih belum mau bilang, kita akan ke mana?” “Tidak.” Jawaban singkat itu membuat Rose mendengus pelan, tapi ia tetap mengikutinya keluar. Sebuah mobil hitam sudah menunggu di halaman. Antonio yang membuka pintu, menunduk hormat. Rose masuk lebih dulu, disusul Eros yang duduk di sampingnya. Sepanjang perjalanan, keheningan sempat mendominasi. Rose beberapa kali melirik Eros, yang hanya duduk bersandar s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN