37 🌹 Rahasia yang Masih Tersimpan Rapat

1289 Kata

Langkah kaki berat tapi mantap terdengar mendekat di lorong atas. Rose baru saja menutup novel yang tadi dibacanya sambil menunggu. Ketika pintu kamar terbuka, aroma maskulin Eros langsung memenuhi udara — campuran khas parfum kayu dan dingin hujan sore yang masih menempel di jasnya. Pria itu melepas jasnya begitu saja di sandaran kursi, lalu melonggarkan dasi yang tampak membuat lehernya sesak. “Sudah makan malam?” suaranya berat, agak serak. Rose menggeleng kecil. “Aku menunggumu.” Eros tersenyum tipis, mendekat, dan duduk di tepi ranjang. “Kau tidak perlu menunggu setiap kali aku pulang, Rose. Aku tahu hariku panjang.” “Tapi aku juga tahu… kau pulang karena aku menunggumu,” jawabnya lembut, membuat bibir Eros menahan senyum lebih lama. Sunyi sesaat, hanya suara hujan tipis di luar

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN