entah kenapa aku merasa hubunganku dengan om Bima belakangan ini jadi semakin dekat. laki-laki kaku yang sebelumnya dingin itu juga sudah mulai gemar meledekku. jujur saja aku senang dengan perubahan ini. lebih senang lagi karena ternyata Om Bima lebih membelaku dibanding mantan istrinya. kedekatan kami membuat aku akhirnya berani untuk membuka diriku lebih jauh. meskipun satu detik ini aku masih belum berani menceritakan segalanya tentang asal usulku tapi setidaknya cara pendekatan kami sudah lumayan. siang ini aku pergi ke sebuah pusat perbelanjaan ditemani oleh Steven. kami masuk ke toko peralatan seni setelah sebelumnya aku mau ngecek isi saldo ATM yang diberikan oleh om Bima. meskipun benar tidak bisa untuk membeli mobil, tapi dengan jumlah sebanyak ini aku bisa jajan sepuasnya dan

