aku merasakan keadaan di rumah sudah mulai berubah. baik atmosfernya ataupun perasaannya. hatiku akhirnya menerima kenyataan bahwa sudah jatuh ke tangan gadis ingusan pembuat masalah yang bernama Amanda itu. bahkan membayangkan ciuman pertama kami saja, bisa membuat aku salah tingkah abis. setelah hari kemarin, aku mulai menantikan pernikahan kami yang sebelumnya bahkan tidak pernah aku pikirkan dengan sungguh-sungguh karena beranggapan waktunya juga masih cukup lama setelah Amanda lulus dari sekolah. pagi ini gadis lucu itu bangun sedikit kesiangan. mungkin acara semalam membuatnya lumayan kelelahan. aku bahkan belum sempat untuk membangunkannya tapi Amanda sudah keluar dari kamar menggunakan seragam lengkap. aroma strawberry menguar dari dalam kamarnya bersamaan dengan langkah kaki k

