Yuza terbangun lebih dulu, betapa senangnya dia ketika terbangun langsung menatap wajah manis Tiara. Wanita itu masih terlihat nyaman tidur dalam pelukannya. Dikecupnya kening Tiara kemudian perlahan menarik tangannya yang menjadi bantalan wanita itu dan menggantinya dengan bantal. Bagi Yuza tidur tidak perlu lama yang penting kualitasnya. Sebentar tapi tidak ada gangguan dan nyaman maka sudah cukup baginya. Matanya sudah kembali segar dan dia langsung bersiap. Sebelum pagi dia harus pergi dari rumah Tiara atau nanti jika ada tetangga melihat akan timbul cerita lain, pikir Yuza. Kasihan Tiara mendapat cibiran. Hidung Tiara sangat peka, dia terbangun karena aroma sampo dan sabun dari tubuh Yuza. Pria itu baru saja selesai mandi. "Jam berapa ini, Mas?" tanya Tiara, mengerjapkan matanya

