Zea dan Pandu baru saja selesai dengan pesta pernikahan mereka. Keduanya kini berada di kamar dengan wajah lelah tetapi perasaan keduanya sangat bahagia. Pandu tidak ada hentinya memeluk dan mengecup bibir cinta lama yang kini berstatus istrinya. Layaknya pengantin baru, Pandu sungguh bersikap manja kepada Zea. Rasa lelah setelah menjalankan deretan acara pernikahan tidak membuat Pandu berhenti untuk menyerang istrinya. Zea pasrah mendapat serangan-serangan lembut dari suami barunya. Kamar yang dihiasi dengan taburan bunga mawar merah dan putih menyempurnakan suasana malam itu. "Apa kamu bahagia hari ini, Sayang?" tanya Pandu sembari memeluk Zea. "Apakah aku perlu menjawabnya? Bahkan, tanpa perlu kukatakan kamu pasti tahu jawabannya," jawab Zea dengan senyum mengembang di wajah manisn

