Bab 140

3070 Kata

Pagi itu datang dengan udara yang berbeda. Tidak secepat hari-hari sebelumnya yang selalu penuh jadwal, suara, dan langkah tergesa. Seoul terasa lebih tenang, lebih lambat, seolah memberi ruang bagi mereka untuk benar-benar bernapas. Mark sudah bangun lebih dulu. Ia duduk di kursi dekat jendela, secangkir kopi hitam di tangannya, menatap kota yang mulai menggeliat. Dari balik kaca, langit tampak cerah, biru pucat dengan awan tipis yang bergerak pelan. Hari yang bagus, pikirnya. Hari yang pas untuk membawa Giana ke tempat yang tidak ramai, tidak bising, dan tidak penuh sorotan. Ia menoleh ke arah ranjang. Giana masih tidur, memeluk selimut hingga ke dagu. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya damai. Tidak ada senyum lebar seperti hari-hari kemarin, tapi justru ketenangan itu yang membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN