Bab 119

1869 Kata

Malam itu seharusnya menjadi malam paling indah. Lampu-lampu kristal di aula hotel berkilauan, memantulkan cahaya ke setiap sudut ruangan yang telah didekorasi megah. Musik lembut mengalun, tamu-tamu memenuhi ruangan dengan senyum, tawa, dan ucapan selamat. Nama Mark Haerson dan Giana Atmaya terpampang besar di layar, menjadi pusat perhatian seluruh Asia malam itu. Namun di balik semua kemewahan, ada sesuatu yang tidak baik-baik saja. Giana berdiri di samping Mark, mengenakan gaun resepsi yang sama megahnya dengan gaun akad. Rambutnya disanggul rapi, mahkota pengantin berkilau di kepalanya, veil tipis menjuntai lembut di punggungnya. Dari luar, ia tampak sempurna. Terlalu sempurna. Mark bisa merasakannya sejak awal. Tangan Giana dingin. “Giana,” bisik Mark pelan sambil menggenggam j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN