Bab 63

714 Kata

Mark berdiri di ambang pintu dapur dengan tangan bersedekap, memperhatikan setiap gerakan Giana. Pagi itu rumah terasa lebih sunyi daripada biasanya. Matahari baru naik sedikit, sinarnya menyelinap lewat celah jendela besar ruang makan dan jatuh tepat di tubuh Giana yang sedang sibuk di depan kompor. Gaun tidur tipis yang ia kenakan bergerak lembut setiap kali ia mengaduk sesuatu di wajan. Punggungnya yang ramping, rambutnya yang sedikit berantakan namun tetap harum, dan gerakan kecilnya yang gugup membuat Mark mengeluarkan senyum yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun. Ia melangkah mendekat, perlahan, seperti predator yang tidak ingin buruannya kaget. Tatapannya tidak pernah lepas dari Giana. Semakin dekat, semakin jelas aroma lembut shampoo yang masih melekat di rambut Giana. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN