Bab 53: Harga Sebuah Perlawanan

1638 Kata

Jam menunjukkan pukul 06:00 pagi. Cahaya matahari yang pucat mulai menyusup melalui celah-celah gorden, menyapu lantai kamar dengan garis-garis emas yang terasa seperti tatapan mata yang menghakimi. Amelia terbangun dengan tubuh yang terasa kaku, bukan hanya karena aktivitas persetubuhan yang luar biasa semalam, tetapi karena beban psikologis yang terasa seberat beton, menekan dadanya hingga ia sulit bernapas. Setiap inci kulitnya terasa perih, pengingat fisik atas pengorbanan yang ia berikan demi menjaga kewarasan suaminya. Di sampingnya, Bima masih terlelap dengan wajah damai. Ada semu merah di pipinya yang biasanya pucat pasi, sebuah sisa-sisa kepuasan dan kebahagiaan yang sudah berbulan-bulan hilang dari wajah itu. Melihat kedamaian itu, Amelia merasakan percampuran emosi yang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN