Bab 16: Birahi Yang Menyiksa (Part 2)

1196 Kata

Amelia tergeletak di atas sofa, seperti boneka yang semua benangnya telah putus, tak berdaya. Sensasi gemetar hebat yang baru saja mereda masih menjalar di seluruh tubuhnya. Kaki-kakinya kaku, dan rasa lemas yang luar biasa merayap dari ujung kepala hingga kaki, mengunci setiap ototnya. Pikirannya kosong, bukan karena ketenangan, melainkan karena kelelahan yang mematikan. Satu-satunya yang ia rasakan adalah sisa-sisa dari gelombang kejut yang dipaksakan, yang kini meninggalkan jejak rasa perih, mati rasa, dan kehampaan yang dalam di setiap inci tubuhnya. Setiap napas yang ia hirup terasa berat, seperti menghirup debu, sementara detak jantungnya berdebar pelan dan letih, mengiringi irama kehancuran dirinya. Dari sudut matanya yang setengah terpejam, ia melihat Ardi, siluetnya yang tega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN