Elina terbangun dari tidurnya, dia mengingat malam panas dirinya bersama dengan Radit yang memang begitu sangat manis. Mengingat itu membuat pipi Elina jadi panas. Sampai dia melirik kearah samping. Dia tidak menemukan kebenaran Radit. "Dia ke mana?" batin Elina tidak menemukan Radit. Sampai tak lama kemudian, seseorang yang dia cari langsung muncul lewat pintu kamarnya sambil membawakan sebuah sandwich. "Selamat pagi." Radit memberikan sebuah kecupan manis pada Elina. Sedangkan Elina menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia tidak menyangka kalau Radit sudah bangun lebih dulu daripada dirinya. "Kamu sudah bangun, Radit. Aku tidak menyangka sama sekali kalau kamu sudah bangun." "Kamu lupa kalau hari ini kita akan ke lombok, koper kamu sudah aku siapkan." Radit tersenyum ketika m

