Bab 100 Radit Minum Obat Bius

1109 Kata

Radit mondar-mandir gelisah di depan balkon penginapan. Pandangannya tajam mengarah ke bawah, ke halaman tempat Elina tengah berbincang dengan ibunya, Dina. Jarak yang jauh membuat ia tak bisa mendengar isi pembicaraan itu, tapi dari gerak-gerik tubuh Elina, ia tahu—percakapan itu tidak santai. Elina tampak kaku, dan ibunya... ya, ibunya punya senyum yang manis tapi sering kali menyimpan ancaman di baliknya. Radit mengusap wajahnya kasar. "Tolong jangan macam-macam, Bu... Jangan sakiti dia." Hatinya kacau. Elina adalah satu dari sedikit hal yang membuat hidupnya terasa damai, dan dia tak akan membiarkan ibunya merusaknya. "Kak Radit," suara lembut Gita memecah lamunannya. Ia muncul dari balik pintu, membawa segelas minuman dingin yang tampak menyegarkan. "Sudah, jangan terlalu dipikirkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN