Bab 110 Kina Mencurigai Adrik

1344 Kata

Radit merasa gelisah, dia masih belum percaya kalau pada akhirnya suaminya Elina akan kembali. Padahal waktu itu dia bilang kalau dia meninggal. Dia tidak menyangka sama sekali dengan hal ini. "Radit," panggil Dina lembut, namun sorot matanya penuh rasa ingin tahu. Radit menoleh ke arah ibunya yang tengah menggendong Jio dengan penuh kasih. Ada perubahan sikap pada wajah ibunya—lebih hangat, tidak seperti biasanya. Tapi luka dalam hati Radit belum sepenuhnya sembuh. "Mah..." sahut Radit dengan nada datar, nyaris tak bertenaga. "Bagaimana, Dit?" tanya Dina pelan, tapi sorot matanya menuntut jawaban. "Kamu berhasil bicara dengan Elina?" Radit menggeleng pelan. Sorot matanya kosong, seperti tak tahu lagi harus melangkah ke mana. "Aku benar-benar gak ngerti harus gimana sekarang. Elina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN