Bab 23 Hampir Kebablasan

868 Kata

Elina diam-diam memperhatikan Radit yang tengah mengobati lukanya dengan lembut. Tanpa disadari, jarak antara mereka semakin dekat. Deg. Elina merasa terpesona oleh tatapan mata Radit yang penuh perhatian, sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya. “Pak Radit…” Elina merasa gugup, namun Radit sudah lebih dulu menarik tubuhnya sedikit lebih dekat, membuat jarak antara mereka semakin tipis. Tanpa sadar, wajah Radit semakin mendekat. Kedekatan itu membuat Elina merasa sedikit canggung. Cup. Elina merasakan sentuhan lembut dari bibir Radit. Ia hendak mundur, namun tubuhnya seakan tak bisa bergerak. Radit menahan dengan lembut tengkuknya, membiarkan ciuman itu berlangsung lebih lama. Radit merasa kehilangan kendali. Tanpa disadari, ia sudah berada di atas Elina, tubuhnya sedikit menind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN