Bab 98 Rencana Jahat Dina dan Gita

1454 Kata

Radit akhirnya memutuskan untuk mengantar Elina pulang ke rumahnya. Langit malam menggantung dengan tenang, dihiasi bintang-bintang kecil yang bersinar lembut, seolah ikut menyaksikan momen kebersamaan mereka. Di dalam mobil yang melaju pelan, suasana terasa hangat meski tak banyak kata terucap. Radit melirik sekilas ke arah Elina yang duduk di sampingnya. Gadis itu tampak tenang, menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil menatap keluar jendela. Namun dari raut wajahnya, Radit bisa melihat ada kilau bahagia di matanya. "Kamu senang melihat Rian tadi?" tanya Radit tiba-tiba, memecah keheningan. Elina menoleh sedikit, menatap Radit dengan senyum tipis. "Iya, aku senang ketika melihat Rian punya keberanian." Jawaban itu terdengar datar, namun cukup untuk membuat d**a Radit sedikit sesak. Ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN