Radit sudah berada di sebuah butik elegan milik temannya. Hari ini ia datang bersama Elina, wanita yang telah merebut perhatiannya belakangan ini. Setidaknya, semuanya berjalan sesuai rencana. Tidak ada yang canggung. Tidak ada yang terlalu dipaksakan. Hanya dua orang yang sedang menikmati waktu bersama. Ia tahu, momen ini bukan lagi sekadar kebetulan. Ini sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagian yang ingin ia jaga. "Senang sekali," gumam Elina sambil melihat-lihat sekeliling butik. "Tapi kamu suka dengan butik ini, kan?" tanya Radit sambil menatap wajah Elina, mencari raut puas di balik senyumnya. Ia ingin memastikan, Elina nyaman. Elina menoleh dan mengangguk pelan. "Bagus banget. Aku malah bingung pilih yang mana." Radit tersenyum kecil. Ia tahu, Elina memang orang yang tidak mud

