Extra Part 23: Serasa Terbelah Dua

1803 Kata

Gav cemburu. Dia ngambek. Memang bukan siapa-siapa Kak Huma, dalam arti kekasih. Tapi, kan ... pokoknya begitu. Panas hati melihat kiriman pesan dari Rajen. Mulai dari Kak Huma yang merengkuh lengan Rajen di bioskop, lalu di toko boneka. Senyum Kak Huma di boneka itu terpampang nyata dan tanpa ada unsur terpaksa atau tertekan. Pure senyuman manis Kak Huma yang biasa Gav lihat. Jadi, senyum itu tidak hanya disuguh untuknya? Bahkan sepertinya senyum Kak Huma kepada Rajen terlihat lebih indah, lebih nyala, dan lebih manis. Di samping itu, ini kejadiannya hari Minggu. Yang mana sebelumnya sudah membuat jadwal temu lebih dulu dengan Gav, tetapi tiba-tiba batal. Alasannya bisa Gav terima memang, hanya saja kacau oleh fakta yang tersaji. Rupanya Kak Huma memilih pergi nonton dan jalan-jalan de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN