“Anda menderita Meningioma … Meningioma Atipikal …” Ucapan Dokter itu membuat Hasna mengernyit tidak mengerti, tidak familar dengan penyakit itu, sedang dokter wanita di depannya sudah menatap sendu kepada Hasna. “Saya tidak mengerti, Dok. Bisa dijelaskan lebih lanjut?” Tanya Hasna, walau dia tidak mengerti sakit apa yang dideritanya, namun entah kenapa hatinya berdegup dengan cepat disertai dengan kegelisahan. Sejak beberapa hari yang lalu, selain menjaga Mahira, di hari yang sama saat Mahira masuk rumah sakit dirinya juga dibawa ke UGD karena pingsan dan mimisan, lalu dokter menanyakan beberapa hal yang dia rasakan dan frekuensi sakit juga gejala lain selain sakit kepala. Dokter memutuskan Hasna untuk melakukan serangkaian pemeriksaan, dan di hari-hari itu, Hasna merasa sangat sibuk,

