Bab 74 | Berbohong Untuknya

1567 Kata

“Nduk … bertahan ya Nduk … Umi tau kamu sangat kuat.” Umi Ainun terus menggenggam tangan Hasna sejak Hasna tiba di rumah sakit dan kini sudah masuk ke ruang IGD. Umi Ainun langsung mendekap Abi Zubair dengan tangisan yang menyayat hati melihat Hasna yang benar-benar sekarat di depannya. “Abi harus menelpon Pak Hamzah, dia berhak tau keadaan putrinya.” Bisik Umi Ainun membuat Abi Zubair langsung mengangguk untuk mengabari Hamzah. “Halo Ibu … Bapak … Bisa bicara sebentar?” Salah seorang dokter keluar dari ruang IGD. “Saya melihat dari data pasien rumah sakit ini, jika Ibu Hasna adalah pasien tetap rumah sakit ini yang sedang menjalani pengobatan radioterapi untuk penyakit meningiomanya.” Ucap sang dokter itu membuat Umi Ainun dan Abi Zubair terkejut bukan main. “Meningioma? Bukanka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN