“Waalaikumsalam.” Ucap Hasna dengan tarikan napas yang panjang dan mata yang terpejam. “Mba Hasna … Saya …” “Jika kamu ingin menemui Mas Fayez dan meminta tentang pernikahan, maka kamu bisa kembali lagi setelah Mas Fayez sehat. Kini dia mengalami lumpuh total dan tidak memiliki kemampuan untuk menikahimu. Maka datanglah lagi saat dia sudah sehat dan kamu bisa melanjutkan pernikahan yang telah kalian rencanakan itu.” Ucap Hasna dalam satu tarikan napas, lalu mengucap salam dan berniat menutup pintunya. Namun Zahra segera menahannya dan tiba-tiba berlutut di depan Hasna. “Mba, saya datang bukan untuk membahas pernikahan, saya … saya ingin meminta maaf kepadamu, Mba. Tolong maafkan saya, ampuni saya atas kedzaliman saya kepadamu, Mba. Saya menyesal dan ingin bertaubat. Saya … Saya tela

