Bab 67 | Penyesalan yang Terlambat

1806 Kata

“Mas aku bantu seka dulu ya, nanti sore baru kita mandi.” Ucap Hasna yang sudah membawa baskom juga waslap di tangannya. Dengan lembut dia memindahkan tubuh Fayez ke sisi ranjang yang telah dia alasi dengan perlak agar ranjangnya tidak basah, lalu dia mulai melepaskan baju Fayez dan menutup selimut untuk bagian bawah tubuh pria itu sementara dia mengelap tubuh bagian atas Fayez. Fayez memperhatikan dengan hati yang sesak namun juga penuh rasa syukur, betapa baiknya Allah menghadirkan Hasna sebagai pasangan hidupnya, wanita yang begitu tenang dan tulus yang tetap merawatnya setelah dilukai dengan begitu hebat. Hasna terlihat berkeringat dan hati Fayez kembali merepih melihat itu, wanita itu jarang sekali meminta bantuan orang lain dalam mengurusnya, hampir semuanya Hasna yang mengerjaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN