Fayez pulang ke rumah sekitar pukul sembilan malam dan saat membuka pintu rumah dalam keadaan sepi, keningnya mengernyit, biasanya Hasna akan menyambutnya, wanita itu tadi juga mengatakan jika akan membuat opor ayam untuk makan malam. “Sayang … Assalamualaikum.” Fayez sedikit berteriak, dia memilih untuk beranjak ke kamar, namun melewati ruang tamu dia melihat televisi yang menyala membuatnya mendekat dan senyumnya mengembang saat melihat Hasna yang terlelap di sofa sana. Fayez lalu mendekat dan mematikan televisi itu, berlutut di depan Hasna dan membelai lembut pipi wanita itu lalu mengecup bibir Hasna. Memang sejak hamil Hasna mudah sekali ketiduran, Fayez lalu beranjak ke dapur untuk mengecek apakah Hasna sudah sempat membuat makan malam atau belum, jika belum dia yang akan membuat

