“Ini serius pulangnya lo naik taksi? Benar gapapa? Lagian udah dibilang, gue masih bisa nyetir sendiri. Res, gue ini ngga mabuk. Kalau begini ‘kan lo jadi kerja dua kali.” Sambil tersenyum Ares menepuk-nepuk kepala Ayna. “Lo emang ngga mabuk, bahkan lo ngga cerita detail ke gue. Tapi gue tau kondisi hati lo ngga bagus, maka dari itu gue khawatir. Takutnya lo nabrakin diri gitu.” Jawaban yang masuk akal. Akan tetapi otak Ayna tidak secetek itu sampai mencelakai diri sendiri hanya karena masalah. Ayna menoleh ke samping, pintu gerbang sudah terbuka. Malam ini Ayna sudah memutuskan untuk menginap di rumah Anggun. Entah suaminya akan memberi izin atau tidak, yang jelas Ayna mau di sini. “Yaudah masuk, Na, udah malam juga.” Lamunan Ayna buyar, dia kembali menatap Ares. Entah sejak kapan, ya

