“Ngga biasanya lo dateng ke sini dengan muka suntuk. Lagi ada masalah atau gimana?” Tubuh Ayna berputar, lalu bersandar ke dinding. Tatapan wanita itu kini tertuju kepada sosok Karina di depannya. Soal Acha memang baru Agatha yang tau. Itu semua karena Ayna jarang bertmu Karina kalau wanita itu di luar kantor. “Ditanya itu jawab, bukan diam!” Karina menyenggol pelan lengan Ayna membuat lamunan wanita itu buyar. “Emang muka gue gimana sekarang? Keliatan suntuk banget?” Sebelah alis Ayna terangkat menatap Karina. Padahal sebisa mungkin dia tidak mau menunjukkan kejengkelan yang sedang hatinya rasakan. Tapi sepertinya akan sulit. Pertanyaan yang dibalas pertanyaan membuat Karina menghela napas. Andai bukan teman, andai kesabarannya habis, mungkin Karina tak segan mengguyur Ayna dengan air

