Bab 78. Melepas Rindu

1623 Kata

“Kenapa ngga boleh?” Ayna menjulurkan lidahnya ke arah Rania. Tidak perduli anaknya akan kesal, karena memang itu tujuannya sejak tadi. karena sehari saja tanpa menjahili putrinya seperti ada yang kurang dalam hidup Ayna. “Kenapa ngga boleh peluk Buna?” “Suka-suka Buna.” “Kenapa?” Tidak menghiraukan pertanyaan Rania, Ayna kembali asik dengan aktivitasnya. Siang ini dia sedang membuat brownis untuk di bawa ke rumah sakit. Kurang lebih sudah empat hari suaminya menjalani perawatan. Dan syukunya Ayna tidak keteteran karena dia dibantu mertuanya untuk gentian berjaga. Jadi Ayna masih bisa adil kepada suami dan anaknya di rumah. Dari arah belakang Anggun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sejak tadi ibu dan anak itu terus saja berdebat. Padahal keinginan Rania sangat simple,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN