Tiga bulan berlalu dengan sangat cepat, sebuah kurun waktu yang bagi Zoya terasa seperti sekejap mata. Dalam rentang waktu itu, ia telah menjadi seorang istri yang nyaris tak pernah merasai sentuhan kesedihan. Mungkin masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai sebuah perjalanan pernikahan yang panjang, tapi Zoya telah memiliki fondasi yang sangat baik. Sebuah awal yang manis dan penuh kehangatan. Mengapa ia bisa mengatakan bahwa kesedihan seolah tak pernah menyentuhnya? Jawabannya sederhana, karena sejak ikrar janji suci di depan pendeta, Enzo tak pernah sekalipun membiarkannya merasa sunyi atau ditinggalkan. Pria yang kerap terkesan dingin dan membungkam itu, siapa sangka, adalah sosok yang paling mengerti tentang dirinya. Enzo tahu setiap detail kecil tentang Zoya. Seperti apa yang b

