Bab 86. Alasan Mencintaimu

1942 Kata

Zoya menggosok rambutnya yang basah di depan meja rias, masih terbungkus dalam kehangatan bathrobe, sisa-sisa uap mandi masih meliuk di sekitarnya. Sesekali bibirnya mendesis pelan ketika nyeri di pinggangnya kembali berdenyut, mengingatkannya pada gempita gairah yang baru saja menggulung bersama Enzo. Ada campuran rasa sakit dan kenikmatan yang membingungkan dalam dirinya tapi di balik itu semua, Zoya merasa terapung dalam lautan kebahagiaan. Ia merasa seperti bintang yang dipuja di altar cinta Enzo, setiap jengkal tubuhnya disentuh dengan pemujaan yang membuatnya merasa tak terkalahkan. Sentuhan Enzo adalah sapuan kuas maestro yang membawa Zoya ke cakrawala impian, tempat di mana realita melebur dan hanya ada kebahagiaan yang tak terhingga. Setiap kenangan itu membasuh bibir Zoya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN