“Aku ingin pergi ke Bali.” Zoya melanjutkan ucapannya, mengulas senyum tipis bergula yang membuat hati siapa pun akan tentram. “Ke Bali?” Enzo bertanya memastikan. Zoya mengangguk cepat-cepat, merapatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan sang suami. “Kangen Kak Elang, mau ya ke sana?” Enzo menekuk dahinya lebih dalam, tampak masih tak percaya dengan keinginan istrinya yang tiba-tiba itu. “Kau merindukan Kakak laki-lakimu?” “Hahaha, Kakak laki-lakiku? Ya Kakakku kan memang satu.” Zoya tertawa lucu melihat ekspresi suaminya. “Tetap saja dia laki-laki. s**t! Bisa-bisanya kau merindukan laki-laki lain setelah ada aku?” Enzo menarik pinggang Zoya cukup kuat hingga tubuhnya terhentak, tangannya bergerak lembut mengusap pinggang itu dengan gerakan halus. “Ya bagaimana, dia yang mengenalku leb

