Senyum manis itu terbit begitu saja tatkala melihat sosok wanita yang dirindukan berdiri tepat di hadapannya. Matthias ingin langsung merangsek maju namun dalam sekejap ia disadarkan dengan dua sosok lain yang berdiri di samping wanita itu. Mereka memandang Matthias sangat tajam seolah memperingatinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. “Ndut,” panggil Matthias dengan tatapan mata sendu. Sosok yang dipanggil itu membalas tatapan Matthias namun perasaannya masih campur aduk tak karuan. Beberapa jam terakhir pikirannya telah tersita oleh keadaan sang Ibu dan trauma yang kembali mendera. Kini tiba-tiba saja ia dihadapkan kembali dengan pria yang telah menorehkan luka di hatinya. Ia belum sanggup hingga tanpa sadar meremas tangan Enzo yang berdiri di sampingnya. “Cassandra pulang ingin b

