“Kenapa tidak ingin jatuh cinta lagi?” Tiba-tiba saja pertanyaan itu terlintas begitu saja di benak Ruby dan ia suarakan sehingga membuat Matthias menoleh. Tatapan Matthias seketika berubah penuh keterkejutan mendengar pertanyaan dari Ruby. Sebelumnya tak pernah ada obrolan yang menyangkut tentang perasaan. Kenapa sekarang pertanyaan itu harus dilontarkan membuat bibir Matthias terkatup rapat. Ruby sendiri buru-buru menundukkan wajah seraya mengutuk dalam hati karena sikap impulsifnya barusan. “Lupakan saja, anggap pertanyaan itu tidak ada.” “Badai kehidupan telah menghancurkanku, dan aku tak ingin menarik siapa pun ke dalam pusaran ini," kata Matthias dengan suara yang penuh kesedihan. Ia tersenyum simpul menutupi nyeri yang kembali menyelinap dalam hatinya. Ruby cukup kaget karena

