Siang kedua

2107 Kata

Ana terbangun dengan rambut yang masih lembab karena masih ada handuk kecil melilit di kepalanya. Badannya masih remuk rasanya, mungkin akumulasi beberapa malam ini dia selalu tidur melewati tengah malam. Ana terbangun karena rasa lapar, tidak tahu ini sudah jam berapa, subuh tadi saja dia benar - benar seperti menggugurkan kewajiban saja, karena walau harus keramas subuh - subuh, tetap saja tidak membuat konsentrasinya membaik, dia menguap berulang kali dan matanya sampai perih karena menahan kantuknya. Ana menoleh ke belakang tapi wajah suaminya tidak terlihat, hanya tangannya saja yang melingkar di perut Ana dan juga kakinya menimpa paha atas Ana, dan Ana baru merasa ada sesuatu yang menempel di punggungnya yang kemungkinan itu adalah wajah Kana karena ada seperti ada hembusan nafas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN