“Sayang kenapa lagi?” “Mas Reiga sengaja ‘kan mau bikin Hani sedih?!” “Mas kali ini bikin salah apa lagi, Sayangku?” tanyaku dengan nada aku buat selembut mungkin. “Pikir saja sendiri!” jawabnya ketus meninggalkanku sendiri di walk in closet. Hampir 2 minggu Hani merawat Mama dengan sangat telaten sekali. Kini kondisi Mama sudah pulih seperti sedia kala. Beliau juga sudah bisa beraktivitas kembali, setelah Arrayan di penjara. Mama kembali di sibukkan dengan aktivitasnya mengurus perusahannya. Beliau selalu mengatakan padaku, seharusnya yang mengambil alih posisi CEO PT Samudera Group adalah aku. Aku mengatakan tidak sanggup jika harus menambah jabatan CEO, cukup 2 perusahaan saja sudah membuatku tidak memiliki waktu untuk bersama keluarga. Kakek mengatakan jika aku dan Hani harus puny

