Pengakuan

1027 Kata

Setelah melakukan kegiatan membuang rasa kecewa. Aku dan Hani sekarang berbaring di atas sofa, dengan Hani berada di atasku. Kami sudah membersihkan diri, takut jika sewaktu-waktu Embun bangun dari tidurnya Aku mengusap-usap kepala Hani, dengan rambut yang masih setengah basah. Kami berdua hanya diam saja, tidak mengatakan hal apapun. Aku rasa Hani sedang menungguku, untuk menceritakan kenapa hari ini aku bisa kecewa? Akan aku ceritakan semuanya, mengenai penghianat yang ada di sekitar kami selama ini. Juga soal aku bertemu kembali dengan Mama, setelah puluhan tahun pergi meninggalkanku tanpa kabar sama sekali. “Bukan Pak Hasan yang berusaha melecehkan Ifa. Tapi Bi Imah,” terangku padanya, yang masih kekeuh dengan pendapatnya soal Pak Hasan. Dia menggeleng, sedikit mengangkat tubuhnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN