Bab 43. Ngidam Masakan Suami

1247 Kata

Setelah meninggalkan rumah sakit, mereka memilih pulang dengan hati yang berdebar. Tak sabar rasanya ingin segera memberitahu kabar bahagia itu kepada sang nenek. Bagaimanapun juga, Dahlia adalah sosok yang sejak lama merindukan kehadiran cicit dalam keluarga. Entah bagaimana reaksi wanita tua itu saat tahu keinginannya akhirnya akan terwujud. Di balik kemudi, Devan mengemudi dengan sangat pelan. Bahkan ketika melewati polisi tidur, mobilnya hampir seperti berhenti, bergerak selambat siput yang mengendap-endap di jalan. "Ya ampun, Devan! Ngapain sih, kamu bawa mobil sepelan ini? Bahkan semut pun nggak akan mati kalau keinjak," keluh Wilona dengan nada kesal yang sulit disembunyikan. Devan hanya tersenyum dan menoleh sebentar ke arah Wilona. "Ya bagus dong, Sayang. Berarti aku nggak memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN