Bab 10. Momen Sederhana Namun Berarti

1066 Kata

"Kamu mau ke mana?" tanya Devan, suaranya bergetar oleh ketidakpastian dalam perjalanan yang arah tujuannya tak jelas itu. Wilona mengernyit, tatapannya tajam menantang. "Kamu yang setuju untuk jalan-jalan, sekarang kamu sendiri bingung mau ke mana?" ujarnya, nada keras tapi sarat makna. "Aku hanya tidak mau oma semakin berpikir yang bukan-bukan," jawab Devan, suara pelan penuh kekhawatiran. "Kamu ingat 'kan, masalah semalam? Aku bahkan belum sempat menanyakannya." Wilona menggigit bibir, ragu yang terbungkus takut mengusik hatinya. "Ya. Kalau kita tolak permintaan oma, apa oma semakin yakin kalau ada yang kita sembunyikan?" Ia menarik napas panjang, matanya menyiratkan beban berat. "Tapi, kalau memang sebenarnya oma sudah tahu, bagaimana?" Tatapannya penuh kecemasan. "Sepertinya oma m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN