Bab 41. Pernikahan Tanpa Syarat

1398 Kata

Di tengah kebahagiaan mereka yang tak bisa diukir dengan kata-kata, ponsel Devan kembali berdering, memecah keheningan. Namun kali ini, layar menampilkan nama Arka. Tanpa ragu, ia segera menjawab dan mengaktifkan mode loudspeaker, agar Wilona bisa ikut mendengar. "Halo, ada apa? Cepat katakan!" Suaranya terdengar cepat dan penuh harap, "Pak Devan, Bu Dahlia tadi menggerakkan jarinya. Dokter sudah memeriksa Bu Dahlia, beliau mengatakan ada tanda-tanda Bu Dahlia akan segera sadar. Dokter juga meminta Anda dan Nona Wilona segera datang. Mungkin dengan keberadaan orang-orang tersayang di dekatnya, Bu Dahlia bisa lebih cepat bangun," ucap Arka tergesa-gesa. "Ya, baiklah. Terima kasih atas informasinya, tolong kabari apapun yang terjadi selanjutnya," ucap Devan dengan penuh rasa syukur, sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN