"Aduh, berat banget, mana ada yang mengganjal lagi," keluh Lili karena saat ini Juna sedang berada di atas tubuhnya. "Ternyata kamu empuk juga ya," ucap Juna dengan entengnya. Lili mendengar suara kekehan pelan dari pria itu. "Turun gak? Bisa sesak nafas aku!" rintih Lili yang malah membuat Juna tertawa kencang sehingga mengakibatkan tubuh Lili ikut bergoyang. "Kalau gitu, kamu aja yang pindah ke arasku." Juna menjatuhkan tubuhnya di samping Lili. Pria itu memiringkan tubuh ke arah Lili, sehingga saat ini wanita itu berada di hadapannya. "Mulai tertarik ya sama aku? Mulai gak bisa jauh ya sama aku?" Lili menatap Juna dengan sorot mata menggoda. "Wajar lah, kamu kan istri saya," jawab Juna. "Tapi udah cinta kan?" Lili bertanya dengan serius, meskipun terdengar sedikit bercan

