Gerimis mulai datang beriringan dengan tiupan angin yang semakin kencang. Langit menghitam, membuat suasana semakin terlihat gelap. Seorang pria melangkah dengan lebar meninggalkan area TPU yang terlihat mencekam. Sementara Lili yang masih berada di dalam gendongan Juna, ia memilih memejamkan kedua matanya. Lili menikmati buliran bening yang perlahan menetes membasahi wajahnya, rintik gerimis itu disambut oleh air matanya yang mengalir pelan. Ia memejamkan kedua mata karena tak ingin melihat area sekitar, bukan takut, justru Lili merasa tak tega meninggalkan bapaknya di tempat seperti itu. Walaupun ia tahu kini mereka telah beda alam, akan tetapi hati Lili masih menganggap kalau bapaknya bisa hidup seperti biasa. Juna tak sengaja melihat air mata Lili yang masih mengalir, ia tahu

