"Sekarang, aku siap hamil," ucap Lili seolah tanpa ragu. Juna kembali menoleh ke arah wanita yang duduk di sampingnya. "Halah, paling kamu ngomong kayak gitu pas mood kamu lagi bagus aja," balas Juna dengan nada dingin. "Apaan sih? Orang serius juga, aku siap hamil anak kamu." Lili menatap wajah Juna yang terlihat begitu tampan di matanya. Entah kenapa, semakin ke sini wajah pria itu semakin terlihat tampan, apa mungkin itu hanya pikiran Lili saja karena ia mulai mencintai Juna. Padahal, dulu ketika ia melihat Juna, ia seperti melihat bapak-bapak, tapi entah kenapa sekarang ia malah merasa seperti kecintaan banget pada pria itu. Apa mungkin karena perlakuan Juna yang sangat baik dan tulus pada dirinya. "Ingat, hamil itu ada sebabnya, gak tiba-tiba langsung hamil," celetuk Juna.

