BAB 69 - Bayang-Bayang Masa Lalu-2

724 Kata

“Zayn yakin kalau kita bisa menemukan rumah itu, Ibu pasti ingat semuanya,” ujar Zayn bersemangat. “Kita harus mencarinya, Bu.” Zayyan ikut tersenyum. “Iya. Dan kalau Ibu sudah ingat, tidak ada lagi alasan buat kami mengejek Ibu soal hilang ingatan.” Juwita tertawa kecil. “Ah, kalau begitu, mana seru?! Kalian pasti kehilangan bahan candaan, ‘kan?” Tawa ringan mengisi ruang itu. Tapi di balik senyum, Juwita masih merasa kosong. “Entahlah,” lanjutnya, “ada transfer besar ke rekening Ibu sebelum kehilangan ingatan. Mungkin saja rumah itu sudah Ibu jual.” Kedua anaknya mengangguk, meski tatapan mereka masih tertuju pada foto rumah besar itu. Juwita belum berani menunjukkan foto yang menampilkan Dikara. Ia sendiri masih berdebat dengan pikirannya tentang apakah sudah waktunya atau belum. Un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN