BAB 74 - Keputusasaan-2

762 Kata

“Aku dengan Melly bekerja sejak minggu lalu dan aku juga sibuk mengurus urusan internal.” Disaat itu, Billy menatap tajam sang sahabat. “Kalau begitu, siapa yang kau kirim untuk jadi mata-mata, huh? Siapa yang kau tugaskan untuk berada disekitar Juwita? Jangan bilang kalau tidak ada. Karena sekarang wanita itu sudah tahu. Itu sama saja melanggar kontrak, bahwa kau tidak boleh mendekatinya. Aku sudah memperingatkanmu, ya, sebelumnya. Aku sudah bilang kalau kau lakukan ini—aku akan mengundurkan diri. Tapi ternyata, kau terlalu pintar dan mengirim seseorang untuk menguntitnya, ya, ‘kan?” Billy menuntut dengan amarah yang meluap-luap. Sementara pria itu hanya bisa menarik napas panjang. “Ya,” ucap Dikara, akhirnya mengaku. “Kau menyembunyikan sesuatu tentangnya dariku. Kau juga tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN