Dalam email itu, Liam mengatakan bahwa Billy ada agenda penting untuk dibicarakan. Ia sudah mencari tahu kliennya sendiri dan memastikan bahwa lembaga amal yang mereka bicarakan memang sah. Bahkan, sekolah anak-anak Juwita bisa mendapatkan manfaat darinya. Jika Juwita ingin tahu lebih banyak, Billy bersedia menjelaskannya dalam pertemuan yang akan datang. Juwita menatap layar sejenak, lalu memandang keluar jendela saat melihat dua anak kembarnya berjalan keluar dari gerbang sekolah. Ia pun tersenyum tipis. Selama ini, Juwita meminta anak-anak agar tidak membicarakan siapa ayah mereka kepada teman atau guru di sekolah. Ia bahkan mencetak satu foto Dikara dari biografinya untuk mereka simpan di kamar—sekadar agar mereka tahu wajah ayah mereka. Namun, ia belum sanggup menunjukkan foto-foto

