BAB 95 - Rumah Baru-2

588 Kata

Lisa, justru punya pendapat yang berbeda. Ia memberikan saran agar Juwita berpura-pura tidak tahu apa-apa dan membiarkan Dikara menderita beberapa bulan lag. Lisa memang belum bisa memaafkan Dikara dan itu terlihat sangat jelas. Namun, Juwita tidak ingin memperburuk keadaan. Ia tidak ingin memberi alasan bagi pria itu untuk kembali marah, apalagi setelah melihat betapa mengerikannya amarah itu saat muncul. Meski tak memiliki kenangan buruk tentang Dikara, Juwita justru mengingatnya sebagai sosok yang ramah, murah senyum, dan selalu mengajaknya bicara dengan lembut. Ia punya banyak kenangan ketika keduanya tertawa lepas di pesta, menari bersama, bahkan berdiskusi tentang bisnis. Namun, bagian tentang perceraian tetap samar. Dan sampai kenangan itu jelas, ia belum ingin mengambil keputusan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN