BAB 97 - Potongan Rencana-2

787 Kata

“Itulah sebabnya aku harus melakukannya sendiri, Billy. Tidak ada yang bisa kau atau dia katakan untuk mengubah apa yang kurasakan tentang Dikara pada hari itu.” Billy hanya bisa menghela napas, menyerah pada pendiriannya. Ana pun berjanji tidak akan memberitahu Billy bahwa ingatan Juwita sebenarnya sudah jauh lebih banyak dari yang ia akui. “Itu rahasia klien,” ujar Ana sambil tertawa kecil. “Aku bisa menyimpannya bahkan dari Billy. Kami juga tidak pernah membicarakan urusan pekerjaan. Anggap saja aku sudah resmi jadi pengacaramu, Juwita. Aku biasa menangani hukum keluarga, Dikara akan menyukainya dan mungkin Billy juga.” Juwita ikut tertawa pelan. “Dia tidak akan berani membawaku ke ruang sidang. Dikara lebih memilih mundur. Dia tidak suka dihadapkan pada pilihan antara sahabat da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN