BAB 106 - Permintaan Maaf-1

729 Kata

Dari tempat duduknya, Juwita bisa melihat kedua anak lelakinya mengintip dari atas tangga—kepala mereka bergantian muncul di balik sudut seperti dua mata kecil yang penasaran. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan. Karena ini malam Jumat, tidak ada jam tidur yang ketat untuk mereka, tetapi tetap saja, seharusnya mereka sudah beristirahat di kamar. Juwita yang tengah mengedit sebuah bab di laptopnya, sesekali menatap ke arah tangga dengan pandangan penuh curiga. Anak-anak itu pasti menginginkan sesuatu—entah camilan ataupun minuman. Mereka punya dispenser sendiri di lantai atas dan bisa mengambil air dari sana, jadi kemungkinan besar yang mereka incar memang makanan. Juwita tahu mereka punya banyak hiburan selain gawai di sana—ada televisi, permainan, bahkan buku. Jadi kalau mereka mengend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN